~ Beranda / Detail / Wisata / Kehicap Buano, Burung Endemik Penghuni Selat Valentine
20200720130737.png

Kehicap Buano, Burung Endemik Penghuni Selat Valentine

Laporan : Faisal Sombalatu

SBB,BUANO-Bagi yang tertarik dengan keberadaan dan keindahan burung endemik tak akan menyiakan waktu ke Pulau Buano. Adalah Selat Valentine di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) - Maluku yang selain sebagai salah satu "Surga Tersembunyi" nominasi API Award tahun 2020, Selat Valentine juga menyimpan potensi fauna.

Salah satunya ialah Burung Kehicap (Monarcha Boanensis). Burung Kehicap Buano ialah jenis burung endemik langka yang diperhatikan, dilestarikan dan dilindungi.

Burung Kehicap Buano sejauh ini sudah banyak menarik perhatian wisatawan dunia, untuk berkunjung ke selat valentine. Baik oleh kunjungan yang dilakukan para wisatawan asing maupun lokal. Memang ada banyak lokasi keberadaan burung Kehicap di Buano namun sebagian dari lokasi tersebut terlalu jauh untuk ditempuh, jadi hanya di air Tohutua sajalah yang lebih  dekat.

Di Air Tohutua ini adalah salah satu tempat dimana Burung Kehicap hidup, disitu juga kita dapat melihat, mendengar dan menyaksikan kicauan burung langka ini.  Untuk menuju lokasi Burung Kehicap, biasanya dilalui dengan berjalan kaki dari Dusun Huhua. Lokasinya tidak terlalu jauh dari Huhua, kita dapat menempuhnya  dengan berjalan kaki  sekitar  10 menit atau yang paling lambat  20 menit. Dan untuk menempuhnya dari negeri Buano, biasanya menghabiskan waktu selama 3 jam atau 5 jam. Burung Kehicap Buano memiliki dua warna, yaitu Hitam dan Putih serta hidup liar di alam bebas. Khususnya di kawasan Selat Valentine Buano.

Selain untuk melihat Burung Kehicap, disana kita dapat menyaksikan secara langsung Air Tohutua yang sumbernya dari dalam gua, pada air itu, terdapat udang (mekal=bahasa buano), dan belut (manuu=bahasa buano) yang di ceritakan rakyat bahwa konon kalau Belut tersebut adalah penjaga Air Tohutua.

Menurut cerita warga Buano, bahwasanya burung Kehicap ialah salah satu burung sakral yang jika dilihat adalah rejeki bagi yang melihatnya. Sebab burung tersebut bukan burung sembarangan atau dalam artian jarang menampakan diri terhadap manusia dan hanya kicauannya yang bisa di dengar.

Namun demikian bagi para pengunjung dan peniliti mengungkapkan bahwa sakralnya burung Kehicap adalah sebab dari penebangan liar yang merusak habitat aslinya, sehingga burung Kehicap jarang ditemukan apalagi pada kondisi hutan yang tak lebat (rusak).

Sahabat pastinya bertanya dalam hati bagaimana ciri-ciri Burung Kehicap Buano itu ? Serta dimana tempatnya burung Kehicap tersebut hidup dan berkembang.

Nah dengan sedikit informasi tentang Burung Kehicap Buano atau yang di kenal dunia dengan sebutan "Monarcha Boanensis". Semoga dapat memudahkan dan tidak membuang banyak waktu, sahabat untuk mengunjungi Selat Valanten. Boleh menggunakan transportasi laut ke Dusun Huhua dan  tentunya pemandu lokal yang adalah warga disana dengan senang hati akan memandu ke Air Tohutua, lokasi Burung Kehicap berada.

Asik kan,.. agar tidak ada rasa penasaran yuk mampir dan berkunjung ke Selat Valentine karena di sanalah sahabat semua akan melihat secara langsung jenis dan karakteristik burung Kehicap (monarcha boanensis). Siapa tahu anda beruntung dapat melihat Burung Kehicap Buano itu, danso pasti tentunya bisa nikmatin panorama alam Selat Valentine  .

 

20200720130737.png

Kehicap Buano, Burung Endemik Penghuni Selat Valentine

4.9 from 25 reviews
  • Prep time: 10 min
  • Cook time: 10 min
  • Yield: 5
Nutrition Facts
Serves 4
  • Total Fat : 20.4g
  • Cholesterol : 2%
  • Chalories: 345
Iklan
Tenun Tanimbar
Wisata
Kehicap Buano, Burung Endemik Penghuni Selat Valentine
Wisata
Pulau Tuban, Bunganya Manipa
Kuliner
Gurihnya Mie Ikan Dan Mie Ayam Khas Pulau Osi
+